Selasa, 17 September 2013

Di Indonesia, Pelatih CCM Hanya Mengenal Sergio van Dijk

Pelatih Central Coast Mariners, Graham Arnold, mengaku tidak mengetahui klub-klub peserta Liga Super Indonesia. Terlebih pemain-pemain yang beredar di kompetisi tanah air. Ia hanya mengetahui sesosok pemain Persib Bandung, Sergio van Dijk.

Mantan pelatih timnas Australia ini memberi kredit atas performa Sergio. Graham menyatakan Sergio sebagai pemain bagus selama berkarir di Australia. Pemain Indo-Belanda ini 2 musim memperkuat Brisbane Roar dan 3 musim berkostum Adelaide United. Sergio pun menyandang gelar top scorer di A-League 2010/11 dengan 17 gol bersama Adelaide United.

“Saya tidak tahu satu per satu klub di Indonesia. Saya hanya tahu salah satu pemain di sini, Sergio van Dijk. Dia pemain sukses di Australia, pemain bagus. Saya pikir dia pun pasti mendapat permainan terbaiknya di sini,” ungkap Graham saat dijumpai setelah memimpin timnya latihan di Stadion Siliwangi, Selasa (17/9) sore.

Kendati demikian, Graham mengaku tertarik untuk mengenal tim dan pemain yang berkiprah di Indonesia. Timnya yang juga tampil di Asian Cup, memiliki kuota 3 pemain asing Asia. Ia pun berharap bisa menemukan pemain muda potensial untuk diajak bergabung dengan timnya.

“Rencananya mau melihat klub terbaik di sini. Saya juga selalu tertarik mencari pemain muda. Karena di Asian Cup harus ada 3 pemain Asia. Saya masih butuh 1 pemain,” pungkasnya.

Sumber

Buta Kekuatan Lawan, Pelatih CCM Tertantang

Central Coast Mariners menjalani latihan perdana di Stadion Siliwangi, Selasa (17/9) sore. Headcoach Graham Arnold membawa kekuatan penuh untuk tampil di turnamen internasional, Menpora Cup 2013, 20-29 September nanti.

Graham menyebut sesi latihan sore tadi hanya pengembalian kondisi fisik pemain. Tim dengan kostum kuning-biru ini baru tiba di Bandung menjelang tengah malam kemarin sehingga masih kelelahan.

“Kami membawa pemain-pemain terbaik karena ingin memberikan suguhan permainan yang baik untuk penonton di sini. Kita ingin bermain bagus, karena kita juga juara A-league (Australia),” ucap Graham kepada wartawan setelah latihan tadi.

Disinggung soal target timnya di turnamen ini, pelatih berusia 50 tahun ini menyatakan datang untuk menang. Seperti di tanah air, Graham pun menyebut timnya baru menyelesaikan kompetisi di Australia.

“Target kami untuk menang di turnamen ini. Ini pertandingan pra musim untuk kami. Sebelumnya, kami pun main di 4 pertandingan, terakhir lawan Sydney,” tutur mantan pemain dan pelatih timnas Australia ini.

Graham merasa optimis kendati mengakui ia buta kekuatan tim lawan. Ia menyatakan timnya berpengalaman bertanding dengan klub-klub di luar Australia karena beberapa kali tampil di Asian Cup. CCM berada satu grup bersama Persib Bandung, Sriwijaya FC Palembang dan Timnas Malaysia U23.

“Tidak, saya belum mengetahui kekuatan lawan-lawan kami. Sekarang hanya fokus ke persiapan tim saja. Tapi ini juga bagus untuk kita sebagai tantangan karena tidak mengetahui kekuatan lawan. Kamu sudah tahu beberapa klub luar karena mengikuti Asian Cup. Sekarang saatnya menunjukkan permainan kami di sini,” tegasnya.

Sumber

Persib Minta PT LI Pulangkan 2 Pemainnya dari Tim All Stars

Setelah merampungkan pertandingan di Liga Super Indonesia 2013, Persib Bandung langsung dihadapkan pada turnamen internasional, Menpora Cup 2013, 20-29 September. Namun pengelola kompetisi, PT Liga Indonesia pun memiliki agenda gelaran Perang Bintang antara tim All Stars melawan tim juara Persipura Jayapura di Stadion Mandala, Sabtu (21/9) nanti.

Dari surat resmi yang diterima Persib dari PT LI, ada 4 pemain yang terpilih masuk tim All Stars, yaitu I Made Wirawan, Supardi Nasir, Muhammad Ridwan dan Sergio van Dijk. Belakangan, 3 pemain lagi diminta bergabung dengan tim All Stars. Mereka adalah Tony Sucipto, Abanda Herman dan Jajang Sukmara. Namun Persib keberatan dan hanya memberikan Tony Sucipto.

Persib pun meninggalkan 5 pemainnya di Jayapura untuk Perang Bintang. Namun karena mengingat kekuatan Maung Bandung untuk gelaran Menpora Cup, Persib pun kembali meminta PT LI untuk memulangkan 2 pemain, Supardi dan M Ridwan. Kedua pemain ini akan pulang ke Bandung dari Jayapura, hari ini.

“Kita main di Menpora Cup tanpa mereka. Ada berita baru, kita sudah mengajukan permohonan kepada PT Liga dan yang ikut jadinya cuma tiga pemain saja, Tony, Made dan Sergio. Jadi Supardi dan Ridwan bisa memperkuat tim di Menpora Cup,” jelas headcoach Persib, Jajang Nurjaman.

Janur mengakui kekuatan timnya berkurang jika 5 pemain itu ditarik ke Perang Bintang. Lantaran kelimanya adalah pilar utama Persib. Selain itu, penjaga gawang Shahr Ginanjar pun bergabung dengan timnas di Palembang untuk ajang Islamic Solidarity Game.

“Memang mereka selalu menjadi pemain utama kita, tetapi kita sudah siapkan pengganti. Jadi tidak terlalu berdampak kepada kekuatan tim,” tambahnya.

Sumber

Pulang Dari Papua, Janur Langsung Jiarah ke Makam Ibunya

Tim Persib Bandung sudah tiba di Bandung pada Selasa (17/9) dini hari tadi dari tur terakhir musim ini di markas Persiwa Wamena. Maung Bandung sudah menyelesaikan 34 pertandingan Liga Super Indonesia 2013 dan sementara ini berada di peringkat 3 tabel klasemen dengan perolehan 63 angka.
Pelatih Persib Bandung Jajang Nurjaman langsung melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya, Majalengka, Jawa Barat, untuk jiarah ke makam ibunya. Janur tidak sempat mengikuti proses pemakaman ibunya, Juariah (88 tahun), yang meninggal dan dimakamkan Jumat (13/9) lalu. Saat itu Janur sedang memimpin rombongannya melakoni tur Papua.

“Rencananya langsung ke Malajengka. Kebetulan hari ini latihan diliburkan satu hari untuk istirahat sehabis perjalanan dari Wamena,” tutur Janur.

Seperti diberitakan, Janur sudah memiliki firasat akan kepergian sang ibu. Janur mengatakan ibunya sudah sakit stroke dalam 5 tahun terakhir. Dan sebelum berangkat ke Papua, Janur menyebut ibunya sedang sakit keras dan tidak sadarkan diri.

Janur sempat berkumpul dengan keluarga besarnya sebelum meninggalkan tanah Jawa. Di hadapan keluarganya, Janur menyampaikan bahwa ia ikhlas seandainya sesuatu hal terjadi dengan ibunya.

“Saya sempat bertemu ibu dulu, bahkan dengan keluarga lain sebelum ke Papua. Saat itu saya bilang saya ikhlas kalau ada apa-apa dengan ibu,” ungkap Djanur.

Janur mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut mendoakan ibunya. Pun meminta maaf kepada semua orang apabila ada kesalahan yang dilakukan ibunya semasa hidup.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua, terutama keluarga besar Persib atas doa dan dukungan yang diberikan,” pungkasnya.

Sumber